Make your own free website on Tripod.com
cowokchicken
Sunday, February 01, 2004
  Allah SWT Menundukkan Segala Sesuatu Bagi Anak Yang Bakti Pada Orang Tua

Al-Baghawi menceritakan kepada peserta pengajiannya, di kalangan Bani Israil ada seorang lelaki yang saleh. Ia punya seorang anak kecil dan seekor anak lembu. Menjelang hari kematiannya, lelaki itu melepaskan anak lembu tersebut di suatu hutan seraya berdo'a. "Wahai Tuhanku, aku menitipkan anak lembu ini untuk anakku sampai ia besar."

Doa lelaki itu dikabulkan oleh Allah Swt. Setelah ia meninggal dunia, anak lembu itu tidak pernah keluar hutan. Bahkan ia senantiasa menyembunyikan diri dari setiap orang yang melihatnya.

Setelah anak yang salah itu dewasa, ia membaktikan hidup pada ibunya. Pekerjaannya sehari-hari mencari kayu bakar dan menjualnya sendiri di pasar. Hasil jerih payahnya itu ia bagi tiga, untuk sedekah, untuk makan, dan untuk ibunya. Ia pun membagi waktu malamnya menjadi tiga: sepertiga malam untuk beribadah, sepertiga lagi untuk tidur dan yang sepertiga untuk menunggui ibunya.

Suatu hari ibunya mengatakan, "Sesungguhnya ayahmu meninggalkan anak lembu untukmu yang dilepas di suatu hutan. Pergilah engkau dan berdo'alah kepada Tuhannya Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq dan Nabi Ya'qub supaya Dia mengembalikan anak lembu itu padamu. Tanda-tandanya apabila engkau menemukannya akan heran melihat cahaya matahari keluar dari kulitnya karena sedemikan putiyhnya. Lembu itu dinamakan lembu emas karena baik dan putihnya."

Pergilah anak muda itu ke hutan, dan menemukan lembu yang dimaksud lalu ia berkata, "Demi Tuhan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq, dan Nabi Ya'qub, tenanglah engkau disitu".

Lembu itu menghampiri anak muda itu dan berhanti tepat di depannya. Lantas si pemuda tersebut menuntunnya pulang.

"Hai anak muda yang bakti pada ibunya," tegur lembu tersebut. "Naikilah aku supaya ringan bagimu".
Anak muda itu menjawab, "Sesungguhnya ibuku tidak memerintahkan aku menaikimu, tetapi memerintahkan aku membawamu pulang."
"Demi Tuhannya Bani ISrail," sumpah lembu tersebut. "jika engkau menaiki aku (yang berarti tidak menaati perintah ibunya), niscaya engkau tidak dapat menguasaiku untuk selamanya. Maka berjalanlah engkau, karena sesungguhnya andaikan engkau memerintahkan sebuah gunugn berjalan sendiri untuk engkau naiki, niscaya gunung itu akan menurut semata-mata baktimu kepada ibumu."

Sesampai dirumah, ibunya berkata, "Anakku, engkau adalah orang fakir, Tidak punya harta, berpayah-payah mencari kayu bakar. Untuk itu juallah lembu ini."
"Dengan harga berapa aku harus menjualnya?"
"Tiga dinar, dan jangan engkau menjualnya tanpa persetujuanku, "pesan ibunya.

Pergilah pemuda tersebut membawa lembunya ke pasar. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk memperlihatkan kekuasaanNya dan memberitahukan bakti anak muda itu terhadap ibunya kepada makhluknya.
"Berapa dinar lembu ini akan engkau jual?", tanya malaikat itu.
"Tiga dinar, dan aku mengadakan perjanjian kepadamu dengan keridhaan ibuku,"jawab sang pemuda.
"ambillah enam dinar ini, dan usahlah engkau meminta persetujuan ibumu, "bujuk malaikat.
"bahkan engkau memberiku emas seberat lembu ini, takkan kuterima kecuali dengan keridhaan ibuku."
Anak muda itu segera pulang ke rumah dan memberitahukan kasus itu pada ibunya.
"Kembalilah engkau ke pasar, dan juallah lembu itu dengan enam dinar atas keridhaanku, "perintah ibunya.

Anak muda itupun kembali ke pasar.
"Sudahkan engkau minta persetujuan ibumu?", tanya malaikat tadi.
"Ibuku memerintahkan aku agar tidak mengurangi dari enam dinar," tutur si pemuda.
"Aku akan memberimu dua belas dinar, dengan syarat kau tidak usah meminta peresetujuan ibumu," imbuh malaikat itu lagi.
Pemuda itu kembali memberitahukan tawaran yang terakhir kepada ibunya. Sang ibu berkata, "Sesungguhnya orang yang datang kepadamu itu adalha malaikat. Ia menjelma dalam bentuk manusia untuk mengujimu. Untuk itu jika ia kembali kepadamu, tanyakanlah: apakah engkau mengizinkan aku menjual lembu ini atau tidak?"

Pemuda itu melaksakan perintah ibunya. Akhirnya malaikat tsb mengatakan, "Pulanglah engkau dan katakanlah pada ibumu agar merawat lembu ini baik-baik. Kelak Musan bin 'Imran akan membeli lembu darimu, karena da seseorang yagn mati terbunuh dari kaum Bani Israil. Untuk itu jangan engkau jual, kecuali dengan uang dinar seberat lembumu itu."

Pemuda itu pulang dan merawat lembunay baik-baik. Tak lama kemudan Allah SWT mentakdirkan Bani Israil supaya menyembeli seekor lembu*. Lalu mereka berkali-kali meminta supaya Nabi Musa as. menerangkan sifat-sifat lembu yang akan disembelihnya. Sehingga akhirnya lembu anak muda itulah yang memenuhi syarat. Dan itu semua terjadi semata-mata karena amal bakti anak muda itu kepada Ibunya.

*Lembu itu dimaksudkan sebagai perantara untuk mencari siapa pelaku pembunuhan yang terjadi di kalangan kaum Bani Israil. Karena setelah pembunuhan itu, masing-masing mereka saling menuduh sebagai pelakunya. Setelah mereka membawa persoalan itu kepada Nabi Musa as, Allah SWT menuruh mereka menyembeli seekor sapi betina agar orang yang terbunuh itu dapat hidup kembali, dan menerangkan siapa yang membunuhnya setelah dipukul dengan sebagian dari tubuh sapi itu. Kisah ini diterangkan dalam Alquran surat AlBaqarah ayat 67-73

Disarikan dari
Ridho Allah Tergantung Ridha Orang Tua
Syamsul Rijal Hamid
Penerbit Cahaya Salam  
  Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa

Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai
sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata.

Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama.
Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun.

Anda jg pasti punya teman yg tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut & merasa bahwa
mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yg sangat sulit. Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil
untuk antar jemputnya ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani menggunakannya di dalam kompleks ( Kelapa Gading Jakarta ), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar dari Kelapa Gading.

Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit di Sunter diluar Kelapa Gading, dan suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia
mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke bandung.

Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing,
dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.

Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.

Ada seorang manager yang mendapatkan tawaran posisi sebagai country
manager di sebuah negara maju di eropa, dia mencoba menjalankannya selama 1 bulan disana, lalu bulan depannya dia kembali dan menolak jabatan tersebut, padahal fasilitas dan gaji yang diterima sangat menggiurkan. Ketika saya tanya mengapa dia menolak, dia menjawab bahwa disana sulit sekali cari makan, dia tidak bisa kenyang kalau hanya makan roti, kentang, daging, pizza. Harus Nasi, hanya nasi yang bisa membuat dia kenyang.

Dear teman2 sekalian, coba anda lihat diri anda sendiri, adakah seutas benang yang memhambat diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung anda. Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda
menutup mata anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.

Mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau anda masih gamang, lalu berlari cepat setelah anda lebih yakin lagi.
Jangan sia siakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri
anda sendiri.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
 
[ H o m e ] It's all about me
ARCHIVES
Thursday, January 29, 2004
Friday, January 30, 2004
Saturday, January 31, 2004
Sunday, February 01, 2004
Monday, February 02, 2004

Powered by Blogger